Rupiah Loyo Terus Lawan Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Penyebabnya

Tak Berkategori

Selasa, 15 Agustus 2023 – 09:58 WIB

Jakarta – Mata uang rupiah pada penutupan perdagangan Senin, 14 Agustus 2023 mengalami pelemahan. Rupiah tercatat melemah sebesar 96 poin atau 0,63 persen ke posisi Rp 15.315 per dolar AS. Sedangkan, pagi ini, Selasa, 15 Agustus 2023 juga kembali melemah sebesar 42 poin atau 0,27 persen ke posisi Rp 15.356 per dolar AS.

Baca Juga :

Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp 15.356 per Dolar AS

Menurut Direktur Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Arief Rachman, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini karena dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.

“Mayoritas melemah, ketidakpastian di AS tinggi dan kemudian di dolar secara global mata uang Eropa, Jepang, China melemah terhadap USD. Jadi secara global dan regional pergerakan melemah. Rupiah pergerakannya masih sejalan dengan itu,” kata Arief kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, dikutip Selasa, 15 Agustus 20023.

Baca Juga :

Rupiah Melemah Senin Pagi Didorong Tingkat Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta

Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta

Photo :

  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat. Hal itu ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang rendah, imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik, dan dampak positif dari implementasi PP 36/2023 tentang DHE SDA.

Baca Juga :

Misbakhun Ajak Pelaku UMKM Membiasakan Bertransaksi Menggunakan QRIS

“Persepsi investor terhadap prospek perekonomian Indonesia juga menguat, tercermin pada peningkatan outlook sovereign credit rating Indonesia oleh lembaga pemeringkat R&I, dari stabil menjadi positif, dengan level rating tetap terjaga pada BBB+ (dua notch di atas level terendah investment grade),” ujar Perry dalam konferensi pers.

Perry mengatakan, nilai tukar rupiah secara year to date (ytd) tercatat menguat 3,63 persen dari level akhir Desember 2022. Angka itu lebih kuat dibandingkan dengan apresiasi Peso Filipina, Rupee India, dan Baht Thailand masing-masing sebesar 1,78 persen, 1,11 persen, dan 0,42 persen.

Halaman Selanjutnya

“Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui triple intervention dan twist operation untuk memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global,” jelas dia.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *