Viral Pemain Tendang Lawan saat Selebrasi Sujud Syukur, Begini Penjelasan Futsal Kota Malang

Selasa, 19 September 2023 – 19:04 WIB

Malang – Beredar video pemain futsal Kota Malang menendang kepala pemain Kabupaten Blitar saat selebrasi sujud. Hal tersebut menjadi viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur atau Porprov Jatim 2023 beberapa waktu lalu. 

Baca Juga :

Bule Naik Motor Kembali Bikin Ulah ke Polisi

Dilansir dari akun Instagram @media.ntara, Selasa 19 September 2023. Ketika pemain futsal Kabupaten Blitar merayakan kemenangan dan melakukan selebrasi sujud syukur.

Namun secara tiba-tiba salah satu pemain Kota Malang melakukan tindakan tidak terpuji dengan menendang kepala saat sedang sujud. Atas kejadian itu, wasit langsung memberikan hadiah kartu merah.

Baca Juga :

Viral Meme Mayat Alien Meksiko Jadi Kue

“Ngeri!! Pertandingan futsal antara Kota Malang vs Kab. Blitar di Porprov Jatim 2023 viral di media sosial.” tulis keterangan akun tersebut.

“Pada saat tim dari Kab.Blitar melakukan selebrasi sujud, pemain dari tim Kota Malang menendang keras di kepala pemain Blitar yang berakhir dengan kartu merah,” lanjut keterangan akun tersebut.

Baca Juga :

Viral Pinjol AdaKami Disebut Bebankan Biaya Layanan Hampir 100 Persen ke Debitur

Dalam insiden ini Kabupaten Blitar berhasil menumbangkan Kota Malang dengan skor telak 5-0 serta memastikan melangkah ke Semifinal dalam Cabang Olahraga Futsal Porprov Jatim 2023 yang digelar di Fatkhi Futsal Center Sidoarjo.

Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK) PSSI Kota Malang, Bagus Irmawanto mengatakan bahwa penyebab pemain Kota Malang tersulut emosi hingga menendang lawan karena sejak awal Kota Malang merasa dicurangi. 

“Kami itu merasa dicurangi mulai match pertama sampai terakhir. Match pertama kami sujud dan dipukuli, baku hantam, saya pisah masih tetap kena sanksi,” kata Bagus saat dikonfirmasi, Selasa, 19 September 2023. 

Baca Juga  Heboh Daud Kim Beli Tanah Untuk Bangun Masjid, Ternyata Hanya Untuk Konten?

Bagus menuturkan bahwa sejak laga awal hingga melaju ke babak 8 besar tim Kota Malang terus dikerjai oleh wasit. Bahkan, di setiap laga tim Kota Malang mudah diberi kartu oleh wasit, hingga akhirnya tim Futsal Kota Malang kehabisan pemain karena akumulasi. 

“Jadi di 8 besar itu pemain kami kena akumulasi kartu 4, satu cedera setelah dipukul bahu (pemain kami) lepas. Jadi yang absen 5. Kami merasa dicurangi. Akhirnya dengan pemain pas pasan, kena kartu merah 2, kecapekan lah (pemain). Emosinya labil. Kemudian pihak lawan memprovokasi kami dengan selebrasi berlebihan hingga akhirnya terjadi itu,” ujar Bagus. 

Khusus untuk laga Kota Malang melawan Kabupaten Blitar tensi pertandingan sangat tinggi karena kedua tim ingin melaju ke Semifinal Porprov Jatim VIII 2023. 

“Tensinya memang tinggi sejak awal pertandingan itu. Karena itu merebutkan tiket ke semifinal. Saat itu juga sama sama banyak pelanggaran dari kedua tim. Tapi namanya pertandingan kita patuh sama wasit dan panpel,” tutur Bagus. 

Bagus juga menjelaskan jika tendangan yang dilancarkan kepada pemain Kabupaten Blitar itu bukan terkena kepala melainkan bahu. Mereka menyayangkan video viral yang menyatakan bahwa pemain Kota Malang menendang kepala pemain lawan. Kejadian ini terjadi pada pada Kamis 14 September 2023 lalu, namun video viral pada Selasa, 19 September 2023. 

“Setelah pertandingan kami meminta maaf ke pelatih Blitar dan semuanya. Katanya tidak apa apa, rivalitas hanya 20 x 20 menit setelah itu selesai. Dan akhirnya Kabupaten Blitar sampai final. Kami berikan pembinaan lebih kepadanya. Jangan sampai terulang kembali lah, apalagi saat membawa nama Malang. Jadi ini juga pelajaran buat saya juga sebagai ketua AFK Malang,” kata Bagus. 
 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *