Sempat Hadapi Tantangan Produksi, Pelaku UMKM Ini Cerita Bangkit Lewat TikTok 

Sabtu, 24 Februari 2024 – 23:56 WIB

VIVA Lifestyle – Dalam mengarungi perkembangan zaman, batik, warisan budaya Indonesia yang kaya akan tradisi dan kreativitas, telah menemukan jalannya untuk berkembang di era digital. Sebagai pengusaha batik lokal, memanfaatkan platform digital seperti TikTok menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Baca Juga :

CRETA Alpha dan IONIQ 5 Batik: Bukti Nyata Hyundai Semakin Indonesia

Dengan memadukan keindahan tradisi batik dan inovasi pemasaran digital, pengusaha batik dapat menjaga kelestarian budaya sekaligus mengadaptasi bisnis mereka agar tetap relevan dan kompetitif.

Kisah sukses salah satu usaha batik tenun lokal bernama KEISHAN, yang berhasil membuka wawasan tentang bagaimana platform digital telah memberikan peluang baru bagi pelaku usaha untuk tidak hanya memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas tetapi juga untuk meningkatkan penjualan dan memperluas bisnis mereka. 

Baca Juga :

Mengenal Kelawi, Pemenang Desa BRILiaN Hijau Berkat Inovasi Berkelanjutan

Dengan memahami pentingnya menjaga esensi tradisional batik tenun sambil memberikan sentuhan modern, KEISHAN telah menciptakan produk-produk yang menarik bagi generasi muda. Outer crop top, jaket, dan berbagai pakaian lainnya yang dibuat dari kain tenun batik menghadirkan kombinasi sentuhan tradisional yang dibalut dengan gaya fesyen masa kini.

Moh. Abdul Ghoni, pemilik dari umkm batik ini pun mengakui salah satu platform digital yang digunakan untuk mengembangkan usahanya adalah TikTok. Dalam perjalanan memanfaatkan TikTok sebagai sarana pemasaran dan penjualan, ia memfokuskan pada strategi endorsement kepada kreator TikTok yang populer di kalangan generasi muda.

Baca Juga :

Kisah Inspiratif Pelaku UMKM Lokal Jualan Lewat TikTok, Bisa Beli Tanah Hingga Umrah

Bekerja sama dengan para kreator lokal ini, pihaknya berhasi menarik perhatian dan menginspirasi generasi muda secara organik untuk mengadopsi batik tenun dalam kehidupan sehari-hari mereka. Langkah ini terbukti efektif dalam meningkatkan promosi dan menarik minat pembeli. 

Baca Juga  Fuji Bagikan Isi Diary Vanessa Angel, Ada Puisi Tentang Kehilangan dan Penderitaan

“Cerita menarik sebelum menggunakan platform TikTok, saya pernah memiliki produk yang memang sudah tidak lanjut produksi selama 2 tahun. Namun ketika saya coba promosikan produk tersebut di TikTok dibantu bersama kreator TikTok, akhirnya produk itu mengalami peningkatan permintaan dimulai dengan orderan yang berlipat ganda menjadi 100 pesanan. Wah, pas mulai bulan puasa, produk tersebut yang awalnya hanya produksi 100 potong, pesanannya terus meningkat hingga ribuan. Saya merasa TikTok telah banyak membantu penjualan bisnis saya, apalagi dengan adanya dukungan dari TikTok untuk produk-produk lokal,” ujar Abdul Ghoni dikutip VIVA.co.id pada Sabtu 24 Februari 2024.

Ia juga merasakan dampak positif dari berbagai program lainnya yang diinisiasi oleh TikTok dan Tokopedia, seperti kampanye “Beli Lokal” dan “#MelokalDenganBatik”. Dalam satu periode, KEISHAN mengalami peningkatan penjualan yang signifikan selama kampanye #MelokalDenganBatik di mana permintaan produk meningkat hingga 27 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain itu, TikTok tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan tetapi juga membantu KEISHAN dalam memberikan kontribusi lebih besar terhadap ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja, yang tadinya hanya 17 karyawan menjadi lebih dari 100 karyawan berkat strateginya dalam melakukan pemasaran melalui Shop | Tokopedia.

KEISHAN mendapatkan dukungan menyeluruh dari TikTok dan Tokopedia, salah satunya melalui kolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI). Kolaborasi ini turut membantu pemilik UMKM dalam mengembangkan desainnya hingga dapat menghasilkan kreasi batik yang inovatif dan lebih menarik bagi pasar, khususnya generasi muda.

Selain itu, TikTok dan Tokopedia memberikan dukungan signifikan berupa penyediakan alat produksi untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas dan keaslian produk KEISHAN. 

Kisah KEISHAN adalah contoh nyata dari bagaimana teknologi digital dan platform sosial media dapat digunakan untuk tidak hanya memperluas jangkauan pasar tetapi juga untuk mempertahankan dan merayakan warisan budaya. Melalui inovasi, adaptasi, dan strategi digital yang efektif, umkm batik ini tidak hanya berhasil menarik generasi muda tetapi juga membawa batik tenun ke dalam percakapan fesyen modern.

Baca Juga  Seorang Dokter Ditemukan Tewas Dalam Rumah di Ciputat Timur Tangsel

Ini merupakan bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, tradisi dan modernitas dapat bersinergi, menciptakan nilai baru dan relevansi yang berkelanjutan bagi warisan budaya dalam era digital.

Halaman Selanjutnya

“Cerita menarik sebelum menggunakan platform TikTok, saya pernah memiliki produk yang memang sudah tidak lanjut produksi selama 2 tahun. Namun ketika saya coba promosikan produk tersebut di TikTok dibantu bersama kreator TikTok, akhirnya produk itu mengalami peningkatan permintaan dimulai dengan orderan yang berlipat ganda menjadi 100 pesanan. Wah, pas mulai bulan puasa, produk tersebut yang awalnya hanya produksi 100 potong, pesanannya terus meningkat hingga ribuan. Saya merasa TikTok telah banyak membantu penjualan bisnis saya, apalagi dengan adanya dukungan dari TikTok untuk produk-produk lokal,” ujar Abdul Ghoni dikutip VIVA.co.id pada Sabtu 24 Februari 2024.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *