Prabowo Bertekad Kembangkan Energi Baru Terbarukan, Energy Watch Bilang Begini

Jumat, 8 Maret 2024 – 23:59 WIB

Jakarta – Direktur Eksekutif Energy Watch Daymas Arangga Radiandra mendukung rencana dan tekad Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, untuk mengembangkan energi hijau atau energi baru dan terbarukan.

Baca Juga :

Menteri ESDM Sebut Harga BBM Pertamax CS Tak Bakal Naik hingga Juni 2024

Daymas menjelaskan, Indonesia mempunyai sumber daya yang cukup, untuk menutupi kekurangan kebutuhan minyak mentah dalam negeri.

Ilustrasi sumber energi terbarukan.

Baca Juga :

Momen Presiden Palestina Mahmoud Abbas Ucapkan Selamat pada Prabowo untuk Hasil Unggul Pemilu

Sehingga secara perlahan diganti dengan energi alternatif bersumber dari energi terbarukan seperti singkong, tebu, sawit yang tumbuh subur di Indonesia sehingga dapat meminimalisir impor bahan bakar minyak (BBM).

Prabowo Subianto merupakan calon presiden nomor urut 2, yang memenangi Pemilu 2024 berdasarkan hitungan cepat lembaga survei dan hitungan sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga :

Jokowi Didampingi Prabowo Kunjungi Jawa Timur, Naik Pesawat Kepresidenan

Daymas menjelaskan total nilai impor BBM saat ini berkisar di atas 30 juta kilo liter per tahun. Selain itu, kebutuhan minyak mentah masih kekurangan sekitar 1 juta barel oil per hari.

Kata dia, untuk menutup keran impor BBM, maka pemerintah perlu menyiapkan strategi dengan memperluas sumber daya untuk dijadikan sebagai alternatif BBM. Lanjut dia, strategi jangka pendek pemerintah melalui Pertamina perlu menggenjot produksi minyak nasional, untuk mengejar target konsumsi kebutuhan harian minyak yang mencapai 1 juta barel per hari.

Daymas melanjutkan, alternatif lainnya pemerintah juga menggenjot hasil produksi komoditas singkong, tebu dan jagung sebagai bahan produksi bahan bakar etanol yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

Dia mencontohkan salah satu alternatif energi yakni biodiesel yang menggunakan minyak sawit ataupun bioavtur yang menggunakan kelapa. Daymas optimis impor BBM yang membebani neraca keuangan negara secara bertahan dapat dikurangi bahkan dihentikan. (ANT)

Halaman Selanjutnya

Daymas melanjutkan, alternatif lainnya pemerintah juga menggenjot hasil produksi komoditas singkong, tebu dan jagung sebagai bahan produksi bahan bakar etanol yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *