Pilot-Kopilot Batik Air Kendari-Jakarta Tertidur Sampai Pesawat Keluar Jalur, KNKT Investigasi

Sabtu, 9 Maret 2024 – 12:14 WIB

Nasional – Sebuah insiden yang melibatkan transportasi udara di Indonesia tengah menjadi perbincangan. 

Baca Juga :

Polri Kerahkan Personel Cari Pesawat Kargo Smart Air Hilang Kontak di Kaltara

Hal ini menyusul insiden yang melibatkan dua pilot Batik Air Indonesia yang tidur secara bersamaan saat mengoperasikan pesawat yanh menjadi tanggung jawab mereka.

Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh Flight Global, dilansir Sabtu, 9 Maret 2024. 

Baca Juga :

Sabtu Pagi Ini Warga Kembali Cari Pesawat Smart Aviation di Nunukan

Pesawat Airbus 320, Batik Air

Insiden tersebut terjadi pada tanggal 25 Januari 2024 lalu, yang diklasifikasikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai kasus yang “serius”, menyebabkan serangkaian kesalahan navigasi yang terjadi saat kedua pilot tertidur sekitar 28 menit saat menerbangkan pesawat. 

Baca Juga :

Pesawat Kargo Hilang Kontak di Kaltara Diduga Jatuh, Warga Dengar Dentuman Keras

Kedua awak pesawat tersebut, seorang pilot berusia 32 tahun dan seorang first officer (co-pilot) berusia 28 tahun, mengoperasikan penerbangan dengan nomor ID6723 dari Kendari di provinsi Sulawesi ke Jakarta. 

Penerbangan ini memiliki waktu blok 2 jam 35 menit, sesuai dengan jadwal Batik Air Indonesia. 

Saat pesawat mencapai ketinggian jelajah sekitar pukul 08:37 waktu setempat, kedua awak melepas headset mereka, dan co-pilot bertanya kepada pilot apakah dia bisa beristirahat dan tidur sebentar. 

Pilot pun setuju. 

Pilot mengambil alih sebagai pilot utama untuk terbang selama 40 menit berikutnya, sebelum rekannya bangun dan menanyakan apakah dia ingin beristirahat dan bergantian. 

Pilot pun menolak dan berkata akan tetap melanjutkan tugasnya. 

Sekitar pukul 08.43 WIB, pilot yang masih menerbangkan pesawat melakukan kontak awal dengan pengatur lalu lintas udara Jakarta dan diinstruksikan menuju waypoint KURUS yang terletak di timur laut bandara ibu kota tersebut. 

Baca Juga  Langkah Prabowo-Gibran Kejar Target Net Zero Emission

Saat itu, A320 sedang terbang dengan arah 250° dan berada di sebelah timur titik jalan. 

Namun, sekitar 1 menit setelah kontak dengan Jakarta, pilot pun “tidak sengaja” tertidur. 

Pusat kendali wilayah Jakarta menanyakan kepada kru berapa lama A320 perlu terbang pada jalurnya saat ini, namun tidak mendapat tanggapan. 

Beberapa upaya untuk menghubungi awak kabin dilakukan, termasuk meminta pilot lain untuk memanggil awak pesawat. 

Sekitar 28 menit setelah pilot tertidur, ia terbangun dan menyadari bahwa pesawat “tidak berada di jalur yang benar”, kata KNKT. 

Dia membangunkan rekannya dan menanggapi panggilan dari pusat kendali wilayah Jakarta, mengatakan bahwa mereka “mengalami masalah komunikasi radio”, yang menjelaskan kurangnya respons mereka. 

Pesawat mendarat dengan selamat di Jakarta, dan tidak mengalami kerusakan pada pesawat atau cedera pada penumpangnya. 

Penyelidik tidak menemukan masalah dengan sistem komunikasi pesawat. ”Sebelum penerbangan tidak ada catatan atau laporan kerusakan sistem pesawat. Setelah (insiden) tersebut, sistem komunikasi radio pesawat ditemukan dalam kondisi normal,” katanya. 

Menurut KNKT, kedua pilot yang sama telah mengoperasikan penerbangan Jakarta-Kendari pada pagi di hari yang sama. Penerbangan tersebut dijadwalkan berangkat pada pukul 02:55 waktu setempat, dan awak pesawat harus melakukan login pada pukul 01:25.

Keduanya berkata bahwa mereka kelelahan. 

KNKT juga menemukan bahwa pilot yang lebih muda telah memberi tahu rekannya bahwa dia kelelahan dan tidak mendapatkan istirahat yang cukup pada malam sebelumnya.

Setelah diulik, ternyata ia adalah orang tua baru, dengan sepasang anak kembar berusia satu bulan. 

Meskipun pada malam sebelum ia dijadwalkan terbang ke Kendari, ia berusaha untuk tidur lebih awal, namun ia harus bangun beberapa kali untuk membantu istrinya merawat bayinya dan merasa kualitas tidurnya menurun sebagai akibatnya.

Baca Juga  Guyub Rukun Mengedepankan Budaya Bangsa

Dalam temuan awalnya, pihak penyidik mencatat bahwa panduan pengoperasian Batik Air Indonesia mencakup kesehatan pilot dan kebugaran medis, termasuk “daftar periksa pribadi” untuk mengidentifikasi “faktor-faktor yang dapat mengganggu kinerja manusia”. 

Namun, KNKT mengatakan “penyelidikan tidak menemukan panduan atau prosedur rinci apa pun bagi pilot ketika menggunakan… daftar periksa pribadi, seperti panduan penilaian untuk setiap kategori gangguan.”

KNKT pun mendesak Batik Air Indonesia “untuk mengembangkan prosedur rinci untuk melakukan pemeriksaan kokpit untuk memastikan bahwa pemeriksaan kokpit dapat dilaksanakan dengan benar”.

Halaman Selanjutnya

Saat pesawat mencapai ketinggian jelajah sekitar pukul 08:37 waktu setempat, kedua awak melepas headset mereka, dan co-pilot bertanya kepada pilot apakah dia bisa beristirahat dan tidur sebentar. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *