Penguatan Kapabilitas SPI Jadi Cara Itjen Kemenag Cegah Korupsi di PTKN

Jumat, 17 November 2023 – 21:20 WIB

Jakarta – Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menggelar Diseminasi Hasil Penguatan Kapabilitas Satuan Pengawasan Internal (SPI) Tahun 2023 dan Launching Penguatan SPI Tahun 2024. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam penguatan tata kelola Kementerian Agama.

Baca Juga :

Heboh Usul Biaya Haji Rp105 Juta, Ini Beda BPIH, Bipih, dan Nilai Manfaat

“Penguatan SPI merupakan bagian dari Pembangunan tata kelola kampus untuk mewujudkan good governance university. SPI Kuat, PTKN Hebat, Kementerian Agama jadi lebih baik.” kata Irjen Faisal dalam keterangannya, yang diterima, Jumat 17 November 2023.

Inspektur Jenderal Kementrian Agama, Faisal Ali Hasyim

Baca Juga :

Universitas Jakarta, Siap Menyongsong Indonesia Emas

Lebih lanjut, Faisal mengungkapkan bahwa penguatan peran SPI menjadi sebuah hal yang penting untuk menguatkan tata kelola dan mengejar capaian kualitas di PTKN (Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri). Penguatan kapabilitas SPI menurutnya, merupakan sebuah sistem yang saat ini dibangun untuk mencegah potensi praktik korupsi di PTKN. 

“Sistem pengendalian ini kita bangun dengan efektif sebagai bagian mengawal mandat Menteri Agama untuk membangun tata kelola mewujudkan Kementerian Agama yang terpercaya, bersih dari praktik korupsi dan terus memberikan layanan terbaik untuk masyarakat” tuturnya. 

Baca Juga :

Litbang Kemenag: Indeks Kesalehan Sosial 82,59, Kepuasan Layanan KUA 83,237

Faisal menjelaskan saat ini terdapat 10.676 satuan kerja yang harus diawasi oleh Itjen dengan jumlah ASN Kementerian Agama sekitar 236.000. Sedangkan, jumlah auditor Itjen hanya 258 orang.

“Jumlah ini tidak ideal. Untuk itu, penguatan kapabilitas SPI yang dimulai dari 7 PTKN pilot project akan diperluas pada PTKN lainnya. Sebagai upaya untuk mencegah sistem penyimpangan. Ini merupakan cerminan keseriusan Kementerian Agama dalam memperkuat tata kelola dan meningkatkan akuntabilitas” terangnya.

Baca Juga  Korupsi di Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif Terjadi Besar-besaran

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa penguatan kapabilitas SPI merupakan bagian substanstif dalam rangka menjaga akuntabilitas Kementerian Agama. Menurutnya, SPI dengan nilai-nilai pentingnya memiliki peran yang sama dengan Inspektorat di Kementerian Agama. 

“SPI memiliki posisi yang sama dengan wakil rektor. Hadirnya SPI harus memberikan nilai tambah dan mampu membangun manajemen risiko dalam rangka mendukung kinerja rektor dengan potensi risiko yang rendah dan kelebihan sebanyak-banyaknya” ujar Dhani

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammmad Ali Ramdhani.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammmad Ali Ramdhani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Kristen Jeane Marie Tulung mengungkapkan bahwa kegiatan yang diiniasi Itjen Kemenag ini menandakan bahwa Itjen memiliki langkah strategis dalam rangka menjaga efektifitas dan akuntabilitas pengawasan di Kementerian Agama.

“Penguatan SPI menandakan bahwa Itjen terus berusaha menciptakan ekosistem pengawasan yang tidak tersentralisasi di pusat namun juga melibatkan SPI secara institusional.” tandasnya.

Halaman Selanjutnya

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa penguatan kapabilitas SPI merupakan bagian substanstif dalam rangka menjaga akuntabilitas Kementerian Agama. Menurutnya, SPI dengan nilai-nilai pentingnya memiliki peran yang sama dengan Inspektorat di Kementerian Agama. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *