Obat China Dipercaya Lebih Manjur dari Herbal Indonesia, Ahli Ungkap Fakta ‘Curang’ di Baliknya

Asuransi19 Dilihat

Jumat, 3 November 2023 – 14:18 WIB

JAKARTA – Indonesia berlimpah tanaman obat. Bahkan, bangsa ini memiliki 17 ribu jenis tanaman yang sangat potensial. Mirisnya, herbal Indonesia masih kalah pamor dibanding obat tradisional China, yang justru dipercaya lebih manjur untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit. 

Baca Juga :

Punya Manfaat Hebat, Temulawak Bakal Disetarakan dengan Kepopuleran Ginseng Korea

President of Indonesia Chapter of High Performance Thin Layer Chromatography (HPTLC) Association Udayana University, Prof. Dr.rer.nat.apt, I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si, mengungkap alasan kenapa herbal Indonesia kalah dengan obat China. Yuk, scroll untuk mengetahui jawabannya. 

Menurut Prof Gelgel, sapaannya, alasan pertama adalah soal regulasi, di mana Indonesia memiliki standar yang berbeda dengan negara lain terkait obat herbal, terutama dengan India dan China. 

Baca Juga :

Daun Jambu Biji dan Kunyit Bisa Jadi Solusi Atasi Masalah Pencernaan, Ini Kata Ahli Herbal

“Kalau obat tradisional kita gak boleh pake BKO (Bahan Kimia Obat) di dalamnya,” ungkapnya ditemui di acara Conference dan workshop pertama Asosiasi HPTLC Chapter Indonesia, di kawasan Jakarta Pusat, baru-baru ini. 

Baca Juga :

Cara Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi Perkenalkan Potensi Rempah Indonesia

“Sebenernya ini keunggulan dari regulasi kita, tapi obat China yang masuk ke Indonesia itu saya pernah mengontrol. Ketika misalnya dia dijual sebagai penurun tensi, mereka (di China) mengizinkan ada bahan kimia obat. Itu kan masyarakat nggak tahu cuma ‘oh bagus ya obat China’,” sambungnya. 

Sementara Indonesia harus ketat dengan regulasi yang ada. Kata Prof Gelgel, kualitas obat herbal kita harus sesuai regulasi, yaitu 100 persen organik, tidak boleh ada tambahan bahan kimia di dalamnya. 

Baca Juga  Utamakan Peningkatan Produksi Migas, KLHK Wanti-wanti Industri Hulu soal Tekan Emisi Karbon

“Sehingga hati-hati, karena regulasi di China dan India masih mengizinkan itu. Yang bagus ya kalau dibilang bahan alam, maka pure bahan alam. Karena regulasi kita lebih kuat,” tuturnya.

“Negara menjamin kualitas dari obat herbal kita 100 persen sesuai dengan tema dan judulnya. Jadi kalau alam ya alam. Memang kalau efikasi masyarakat butuh cepet, tapi janganlah, karena tujuan kita beda,” tambahnya.

Prof Gelgel bahkan mengungkap, dia kerap mendapat laporan dari apoteker. Setelah mengonsumsi obat tertentu, bukannya sembuh, orang yang bersangkutan justru mengeluhkan masalah kesehatan. Setelah ditelusuri, ternyata hal itu karena terlalu banyak bahan kimia yang ditambahkan ke dalam obat yang diklaim herbal atau tradisional.

“Banyak yang kena tipu, apoteker sering melapor, abis minum ini ginjalnya jebol, karena banyak bahan kimia yang dimasukkan dan itu tidak terdaftar di badan POM,” pungkas Prof Gelgel.

Halaman Selanjutnya

“Sehingga hati-hati, karena regulasi di China dan India masih mengizinkan itu. Yang bagus ya kalau dibilang bahan alam, maka pure bahan alam. Karena regulasi kita lebih kuat,” tuturnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *