Mild Stimulation, Tingkatkan Angka Keberhasilan Program Hamil dengan Risiko Rendah

Sabtu, 18 November 2023 – 06:30 WIB

JAKARTA – Memiliki keturunan adalah harapan setiap pasangan yang sudah menikah. Tetapi bagi sebagian orang, memiliki anak bukanlah hal yang mudah dan butuh proses panjang untuk mendapatkannya. Bahkan setelah bertahun-tahun menikah, ada pasangan yang masih kesulitan memiliki anak karena beberapa faktor kesehatan.

Baca Juga :

Satpol PP di Bone Bunuh Wanita Lansia karena Dibilang Pembohong

Masalah punya keturunan itu tidak boleh disepelekan dan harus segera dikonsultasikan ke dokter kandungan. Biasanya, salah satu solusi untuk pasangan yang susah memiliki anak selama bertahun-tahun akan ditawarkan untuk melakukan program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF). Scroll untuk informasi selengkapnya.

Seiring berkembangnya teknologi medis di Tanah Air, kini hadir juga metode baru bernama mini IVF atau mild stimulation yang bertujuan untuk meningkatkan angka keberhasilan program kehamilan di Indonesia. Metode ini telah dikembangkan oleh Kato Ojin Fertity Center di seluruh dunia dengan beberapa unggulan dibandingkan dengan metode konvensional lainnya.

Baca Juga :

Dokter Qory yang Hilang saat Hamil 6 Bulan Akhirnya Ditemukan, Diduga Korban KDRT

Metode mild stimulation ini memiliki angka keberhasilan kehamilan yang lebih tinggi yaitu 60-70 persen lebih tinggi dibandingkan dengan angka rerata keberhasilan IVF di Indonesia yang berkisar 30-40 persen dengan memaksimalkan kualitas sel telur dan embrio, yang dilihat bukan hanya jumlahnya, tetapi juga dari kualitasnya, penggunaan obat yang minimal selama stimulasi ovarium dan pengambilan sel telur, mengurangi risiko kesehatan dan ketidaknyamanan yang disebabkan sindrom hiperstimulasi ovarium, serta waktu tunggu antarsiklus lebih singkat dan biaya yang lebih murah.

Baca Juga :

Viral, Dokter di Bogor Dilaporkan Hilang Misterius saat Hamil 6 Bulan

Baca Juga  Debat Perdana, Grace Natalie Bocorkan Persiapan Prabowo

“Stimulasi minimal bertujuan untuk mengurangi dosis penggunaan obat stimulasi indung telur yang rata-rata cukup tinggi dengan tetap mempertahankan keberhasilan perkembangan embrio dan kehamilan,” jelas dr. Muhammad Dwi Priangga, Sp.OG, SubSp.FER, Medical Director Kato Ojin Fertility Centery, dalam acara Grand Launching Kato Ojin Fertility Center, di Jakarta, Jumat 17 November 2023.

“Pada IVF konvensional, penggunaan obat stimulasi dosis tinggi bertujuan untuk merangsang ovarium agar memproduksi banyak sel telur untuk diambil. Namun, hal ini dapat menimbulkan berbagai efek samping dan komplikasi,” sambungnya.

Metode ini merupakan Natural Cycle Treatment sehingga aman untuk para wanita yang sedang atau akan mengikuti program hamil. Selain itu, dosis obat yang digunakan juga sangat minim dan minim suntikan.

Stimulasi minimal yang juga dikenal sebagai IVF siklus natural ini menggunakan obat dengan dosis lebih rendah atau terkadang tidak menggunakan obat sama sekali. Kemudian, dilakukan pemantauan siklus menstruasi alami perempuan untuk mengambil satu atau beberapa sel telur yang diproduksi secara alami.

Tujuan utama dari stimulasi minimal pada IVF adalah untuk mengurangi risiko sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), menurunkan biaya pengobatan, dan meminimalkan potensi efek samping bagi pasien. 

Ilustrasi hamil/ibu hamil.

Pada kesempatan yang sama dr.Muhammad Fadli, Sp.OG, Spesialis Obgyn Kato Ojin Fertility Center juga memberikan pemaparan mengenai sel telur yang siap dibuahi.

“Anti-Mullerian Hormone atau AMH sering sekali dikaitkan dengan kesuburan wanita. Ini tidak sepenuhnya benar. Kadar AMH menggambarkan jumlah cadangan telur yang berada di indung telur setiap wanita,” jelas Dokter Fadli.

Sejak lahir setiap wanita memiliki cadangan telur sebanyak 2 juta. Saat memasuki pubertas angka ini menurun menjadi 300 ribu dan tersisa sangat sedikit saat memasuki fase menopause. Untuk menilai cadangan telur (ovarian reserve) maka selain menggunakan tes AMH penting juga untuk dilakukan pemeriksaan Antral Follicle Count dengan menggunakan USG transvaginal.

Baca Juga  Pembayaran Belum Lunas, Sirkuit Mandalika Terancam Diduduki Pemilik Lahan Jelang MotoGP

Namun, kadar AMH dapat menurun lebih drastis, yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti merokok, paparan radiasi, penyakit kista endometriosis (kista cokelat) dan infeksi lainnya.

“Kadar AMH hanya menunjukkan kuantitas telur bukan kualitas. Penanganan dengan mild stimulation memiliki prinsip yang sama yaitu melakukan petik telur dengan jumlah yang lebih sedikit dari konvensional stimulation, namun memiliki peluang dan kesuksesan bayi tabung yang sama.

Dengan metode mild stimulation, penggunaan obat lebih sedikit, dibandingkan konvensional IVF. Selain itu rasa nyeri dari suntikan akan lebih berkurang serta biaya lebih ekonomis.

Halaman Selanjutnya

Metode ini merupakan Natural Cycle Treatment sehingga aman untuk para wanita yang sedang atau akan mengikuti program hamil. Selain itu, dosis obat yang digunakan juga sangat minim dan minim suntikan.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *