Elite Hendaknya Tak Menyeret Masyarakat ke Dalam Arus Politik Konfrontatif

Kamis, 7 Maret 2024 – 00:46 WIB

Jakarta – Muhammadiyah meminta elite politik tidak menarik masyarakat dalam konflik politik yang tengah terjadi setelah pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres).

Baca Juga :

Timnas Amin: Kekuasaan Berpeluang Corrupt, Kalah Jadi Penyeimbang

“Elite politik hendaknya tidak menyeret masyarakat ke dalam arus politik konfrontatif dan menjadikannya sebagai alat kekuasaan,” kata Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu’ti dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Rabu, 6 Maret 2024.

Abdul menyoroti fenomena hak angket atas dugaan kecurangan saat pemilu yang sedang bergulir di kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Baca Juga :

Usulan Hak Angket Kecurangan Pemilu Diprediksi Bakal Layu sebelum Berkembang

Ilustrasi Rapat Paripurna di DPR.

Menurut dia, hak angket ini merupakan fasilitas yang bisa digunakan oleh anggota legislatif dan sah secara undang-undang. Meski demikian, dia berharap hak angket ini jangan dijadikan sebagai sumber konflik antara masyarakat yang pro dengan kontra akan hasil pemilu.

Baca Juga :

Mahfud MD Sebut Megawati Semangat Gulirkan Hak Angket

“Masyarakat tidak seharusnya risau dengan dinamika politik di DPR,” tuturnya.

Dengan tidak digunakkannya hak angket sebagai pemicu konflik, dia yakin kondisi masyarakat akan kembali kondusif dan tenteram, bahkan setelah pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih.

Sebelumnya, Muhammadiyah dinilai turut berperan membantu pemerintah dalam menjaga kondusivitas masyarakat saat dan setelah pemilu.

Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara Pilpres Pemilu 2024. (Foto ilustrasi)

Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara Pilpres Pemilu 2024. (Foto ilustrasi)

“PP Muhammadiyah ini adalah organisasi kemasyarakatan yang bernapaskan Islam dan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga keharmonisan di lingkungan masyarakat,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Hadi Tjahjanto saat mengunjungi kantor pusat Muhammadiyah, Jakarta, Rabu, 28 Februari.

Baca Juga  Prediksi Serie A: AC Milan vs Monza

Menurut Hadi, organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah memiliki pengaruh banyak bagi masyarakat, terutama yang beragama Islam.

Pengaruh itu, lanjut Hadi, bisa untuk menyampaikan narasi perdamaian saat masa pemilihan umum. Hal tersebut dapat berpengaruh dalam memperkecil konflik antarpendukung peserta Pemilu.

“Sebelum pemilu juga peran PP Muhammadiyah dalam menjaga kondisi aman dan damai itu terus berlangsung dan seperti itu saja sudah sangat mendukung situasi damai,” kata Hadi. (ant)

Halaman Selanjutnya

Dengan tidak digunakkannya hak angket sebagai pemicu konflik, dia yakin kondisi masyarakat akan kembali kondusif dan tenteram, bahkan setelah pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *