Cuma Apakah Mereka Berani Bicara Kebenaran

Minggu, 31 Maret 2024 – 08:36 WIB

Jakarta – Ketua Tim Hukum Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis meyakini majelis Mahkamah Konstitusi (MK) mengetahui ada intervensi kekuasaan dalam Pilpres 2024. Namun, Todung meragukan apakah para “penjaga gawang konstitusi” tersebut berani untuk membongkarnya. 

Baca Juga :

Qodari Soroti Materi Gugatan Kubu Anies dan Ganjar di MK: Harusnya Bicara Angka

“Saya kira hakim-hakim MK itu tahu. Cuma apakah mereka berani untuk bicara kebenaran?” kata Todung dalam diskusi yang digelar daring, Sabtu, 30 Maret 2024. 

Todung menambahkan, pihaknya memiliki banyak bukti-bukti ada intervensi kekuasaan dalam Pilpres 2024.

Baca Juga :

Pengamat: Megawati-Prabowo Berpotensi Bertemu, Tapi Belum Tentu Gabung Kabinet

Sidang Lanjutan sengketa perselisihan hasil Pilpres 2024 di MK

“Karena kalau kita melihat evidence, evidence-nya di mana-mana ada. Dan apakah misalnya intervensi kekuasaan itu terjadi atau tidak, sulit membantah itu tidak ada,” kat Todung.

Baca Juga :

KPU Sebut Permohonan PHPU 2024 Turun 15 Persen Dibanding 2019

Todung juga mmenjelaskan semua orang mengetahui adanya politisasi bantuan sosial (bansos) untuk memenangkan pasangan tertentu di Pilpres 2024.

Selain itu, klaim Todung, pengerahan kepala desa juga dilakukan untuk memenangkan pasangan tertentu.

“Apakah politisasi bansos itu dilakukan? Everybody knows itu dilakukan. Apakah kriminalisasi terhadap kepala desa itu dilakukan? Kita punya bukti banyak sekali, kepala desa yang tidak mendukung dipanggil oleh polisi,” kata Todung.

Todung menegaskan semua dugaan-dugaan tersebut harus dipertimbangkan serius oleh hakim MK ketika memutuskan. Dia berharap MK masih mempunyai keberanian untuk memutuskan seaadilnya permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) sengketa Pilpres 2024. 

“Nah semua itu ada dan saya kira itu semua serius. Kalau saya bilang itu serious crime, iya itu one of the most serious crime in our history. Nah kita enggak bisa menutup mata untuk itu semua,” kata Todung.

Baca Juga  Ugh! Ketimbang Dibilang Tampan, Lee Junho Lebih Suka Disebut Seksi

“Yah kita lihat sajalah dan saya sih masih menyimpan optimisme untuk itu. Dan apakah optimisme ini akan terwujud, ini akan to be seen,” ujarnya mengimbuhkan

Halaman Selanjutnya

“Apakah politisasi bansos itu dilakukan? Everybody knows itu dilakukan. Apakah kriminalisasi terhadap kepala desa itu dilakukan? Kita punya bukti banyak sekali, kepala desa yang tidak mendukung dipanggil oleh polisi,” kata Todung.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *